Morse, dibuang sayang


Stasiun Radio Pantai Distrik Navigasi Tg.Uban

Morse merupakan sistem representasi huruf, angka, tanda baca dengan menggunakan titik dan baris. Media yang digunakan adalah dengan radio HF frekwensi 62.150 Mhz. Dalam dunia pelayaran tekhnologi ini termasuk salah satu yang ditinggalkan, namun bukan berarti sudah hilang dari peredaran.  Masih sayang sepertinya . .

Adalah master cable, surat pemberitahuan kapal akan tiba dari Nakhoda  kepada agen kapal melalui SROP ( stasiun radio Pantai) yang berisi keterangan yang diperlukan seperti Estimated Time Arrival (eta) dan ini merupakan salah satu syarat untuk proses pemanduan kapal masuk kolam pelabuhan.

Selain itu SROP juga menerima berita mengenai pendidikan dan pelatihan, beasiswa, maklumat pelayaran,berita marabahaya, SAR dan sesekali menjadi penyambung berita, misalnya berita dari Surabaya mau dikirim ke Belawan namun terhalang signal yang buruk akibat jaraknya terlalu jauh, maka SROP di tengah-tengah (kira-kira jakarta) yang menyambungkan beritanya ke Belawan. Terkadang menggunakan morse.

***

Kemarin baru berkunjung ke Stasiun Radio Pantai dimana salah satu staff nya mengatakan bahwa ada berita masuk mengenai pengumuman beasiswa S2 ke UI dan S3 ke australia, tapi karena beritanya diterima menggunakan morse, sementara isinya panjang, jadinya agak lama baru selesai. 24 huruf / menit itulah kecepatan maksimal berita morse yang bisa diterjemahkan oleh pak triyatno yang sudah hampir 30 tahun mengabdi di SROP tanjung uban.

Masih ada yang beginian pak ? saya bertanya sambil memandang sekeliling ruangan kantor beliau, iya lah jawabnya kalau negara lain tekhnologi ini sudah ditinggalkan, sudah diganti dengan tekhnologi yang lebih canggih, seperti inmarsat yang bisa kirim e-mail dan fax. Sehingga kemungkinan salah terima berita menjadi kecil. Tapi itulah indonesia peralatan-peralatan yang tua dan unik begini masih ada dan berfungsi baik.

Pak Tri sedang menyalin berita dari Radio berupa morse

Dengan gencarnya perkembangan tekhnologi komunikasi saat ini, rupanya morse masih juga digunakan. Walaupun hanya sebatas aturan saja, karena “sejak saya bekerja tidak pernah ada lagi kapal-kapal yang akan masuk pelabuhan  mengirimkan master cable ke SROP” kata pak tri.

Sampai kapan morse masih akan dikenal oleh generasi saat ini? akankah morse  di tinggal begitu saja seperti para pendahulunya Decca, Loran, RDF. kitalah yang tahu jawabannya .. he he

— Salam Morse da da dad daaa _da da da —

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s