Mengapa Gaji Pelaut Tinggi?


Oleh Faizal, DESS/19791003 200712 1 001

Membaca berita mengenai pelaut dengan gaji Rp 120 juta di tolak permohonan KPR di sebuah situs berita online menginspirasi saya membuat tulisan ini. Terlepas dari banyaknya cibiran yang menyayangkan pelaut dengan gaji ratusan juta koq ambil KPR.

Dari survey kecil yang saya lakukan di sebuah komunitas pelaut dengan pertanyaan sederhana, mengapa gaji pelaut tinggi, mendapat respon beragam dari para anggota. Faktor terbanyak adalah Resiko kerja yang diakibatkan oleh:

  1. Kondisi cuaca yang tidak dapat diprediksi, kadang laut tenang kadang sangat membahayakan, disertai ombak dan angina kencang.
  2. Mobilitas kapal, pergerakan kapal yang tiada henti mengakibatkan semakin besar kemungkinan terjadi kecelakaan.
  3. Ukuran kapal yang besar dengan komponen peralatan berat dan berbahaya didalamnya.
  4. Tingkat kejenuhan tinggi karena 24 jam tinggal didalam kapal
  5. Membawa muatan berbahaya seperti muatan gas, bahan kimia dan bahan bakar minyak
  6. Sistem kerja Shift, rawan kecelakaan pada saat peralihan tugas jaga.

Factor resiko kerja mendapat poin tertinggi, artinya responden setuju dengan factor resiko kerja yang mengakibatkan gaji pelaut tinggi.

Kemudian faktor kedua terbanyak dari jawaban responden adalah Besarnya keuntungan perusahaan pelayaran atau pemilik barang. Menurut salah satu pelaut, ada perbedaan gaji yang diterima pelaut diatas kapal yang menggunakan time charter atau voyage charter. Time charter artinya kapal disewa dalam satuan waktu tertentu, sehingga gaji ABK menjadi tanggung jawab pemilik kapal. Sementara Voyage Charter gaji ABK menjadi tanggung jawab pemilik barang/muatan.

Faktor dominan selanjutnya adalah ancaman perompakan, menjadi sandera bahkan tidak jarang muatan dan kapal dirampok sementara seluruh ABK di buang kelaut. Seperti dalam film Captain Philip di kapal milik MAERSK Line atau Pembajakan MV. Sinar Kudus di perairan Somalia. Kita bisa lihat bagaimana ketegangan yang sangat dialami oleh ABK kedua kapal. Sering juga gaji pelaut menjadi dua kali lipat kalau kapal tersebut beroperasi di daerah konflik seperti di Irak.

Selain itu Mengapa gaji pelaut tinggi adalah, karena Tenaga pelaut membutuhkan keahlian khusus yang didapat melalui pendidikan yang cukup lama dan menelan biaya yang besar. Selain itu keahlian pelaut diseluruh dunia harus melalui persetujuan yang mengikuti standar dari International Maritim Organization (IMO).

Yang terakhir menurut responden, mengapa gaji pelaut tinggi adalah, kebutuhan fisik yang kuat dan tidak buta warna, karena bekerja dikapal membutuhkan kekuatan fisik, seperti menarik tali, membersihkan karat, serta jaga navigasi. Kalau buta warna akan membahayakan saat bernavigasi dimalam hari, karena dimalam hari kapal yang berlayar hanya terlihat lampu tian dan lampu lambung merah dan hijau.

Untuk didalam negeri belum ada peraturan yang menjadi standar untuk gaji orang yang bekerja diatas kapal, sementara diluar negeri sudah ada ketentuan gaji minimal pelaut yang diatur oleh International Labour Organization (ILO). Namun demikian perusahaan-perusahaan besar seperti Pertamina sudah menggaji pelautnya dengan standar US Dolar.

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s