PENGALAMAN MENJADI ISTRI PELAUT


sailors-wife-monument-odessa

Patung Monument Istri Pelaut di Novorossiysk, Rusia (www.tripadvisor.com)

Tanjung Uban (01/07) Kesabaran seperti Pohon yang berakar pahit tapi berbuah dengan manis. Artinya, ketika seseorang bersabar menunggu jawaban Tuhan itu pasti terasa pahit.  Tapi setelah semuanya tuntas, buahnya manis.

Pelaut sudah pasti jarang di rumah.Jika suami berlayar 7-10 bulan dan hanya ada di darat paling lama 2 bulan.  Oleh karena itu, jangan berharap dia akan jadi penjaga yang selalu berada di sisimu.

Banyak resiko yang harus dihadapi oleh istri seorang pelaut yang berada dirumah, kerinduan, kesepian dan kerisauan. pokoknya dari urusan anak sekolah hingga urusan genteng bocor istri pelaut itu harus bisa mengerjakan sendiri. Susahkan? makanya jangan lihat duitnya doang…!

Jangan lupa bahwa, perempuan yang ingin jadi istri pelaut haruslah seorang perempuan yang bermental baja. mengapa? Karena jika istri pelaut cengeng, akan sulit untuk menjalani hidupnya,ketika ada keperluan sendirian dan Hamil sampai melahirkan pun tidak ditungguin.

Istri pelaut juga seringkali dicemooh orang.Ketika baru menikah selama beberapa bulan, suami terpaksa pergi berlayar ikut kapal perusahaan tertentu.  Kita ditinggalkan sendirian di rumah.  Kita memulai hidup yang sebenarnya, yaitu hidup seperti keluarga dan pasangan pelaut biasanya. Berpisah jauh-jauh.

kita kerap kali dapat cemoohan dari para teman-teman atau tetangga Kata-kata yang tidakkan terlupakan adalah perkataan harusnya tidak di ucapkan. Terlebih lagi kala mereka tahu kita sudah mengandung. Ada banyak kata-kata yang tidak membangun.Tapi semuanya itu hanyalah konsekuensi dari apa yang telah dipilih.

Istri yang mandiri. Tiap berangkat kerja naik motor sendiri, kita menjadi orang yang tidak bergantung kepada orang lain Tapi syukur pada Tuhan kita yang selalu berada dalam lindungannya. mereka tak tahu hati kita yang sering menanggung kesedihan sendiri,terkadang menangis dalam hati sambil menahan perasaan.

Ternyata semua  berlalu selama beberapa bulan.  Setelah itu kita lebih enjoy karena terbiasa, melakukan kegiatan positif, bekerja, atau sekedar jalan-jalan Omongan orang yang negatif itu sudah terlewatkan, Kita hidup tidak ditentukan oleh perkataan orang lain. Keluarga kita tidak ditentukan oleh perkataan rendah dari mulut-mulut yang tidak berperasaan.  Katakan pada diri Anda sekarang:

Saya bangga menjadi keluarga pelaut. jangan lupa, hidup kita hanya ditentukan oleh sabda Allah.

Semangat.

Salam keluarga pelaut.

Dharma Jala Prajatama

 

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s