INDOPURA SAR EXERCISE XXXIV / 2016


TANJUNG UBAN- Tanjungpinang  Dalam rangka menjalin kerja sama antara dua negara, Badan SAR Nasional  melaksanakan latihan SAR gabungan antara dua negara Indonesia dan Singapura (Indopura). Di mana latihan ini dilakukan seperti latihan gladi posko dan latihan gladi lapangan.

jika dilihat dari tahun ke tahun, hasilnya memiliki peningkatan yang signifikan. Sehingga beberapa kendala yang diperoleh dapat diperbaiki secara bersama-sama atau dengan kerja sama yang baik.

Acara Latihan SAR gabungan antara dua negara Indonesia dan Singapura (Indopura)‎ Sar Exarcise XXXIV‎  di mulai 29 Agustus – 1 September 2016 yang dilaksanakan di Ball Room Hotel CK Tanjungpinang dan dibuka oleh Direktur Operasi & Latihan yang diwakili oleh Kasubdit Siaga dan Latihan Basarnas Rusliansyah SSos, Senin (29/08/2016). ‎

DSC_0284.JPG

WhatsApp Image 2016-09-01 at 10.47.17 (1).jpeg

DSC_0289.JPG

Pada kesempatan ini, juga disajikan simulasi operasi pencarian korban kecelakaan pesawat yang melibatkan Indonesia dan Singapura. Skenario simulasi ini mengasumsikan pukul 08.10 WIB sebuah pesawat fokker 50 dengan call sign Alpha 321, melakukan penerbangan dari Bandara Halim Perdana Kusuma menuju Matak, Riau. Selang 45 menit kemudian, pesawat dengan 20 POB tersebut melakukan kontak komunikasi dengan ATC Singapura, meminta belok kiri sejauh 20 mile dari jalurnya.

ATC Singapura pun terus memantau penerbangan Fokker 50 Alpha 321 ini. Namun pada pukul 09.00 WIB pesawat tersebut tidak terpantau lagi di radar ATC Singapura.

Posisi terakhir pesawat diketahui berada sekitar 110 nautical mile (NM) arah timur dari Bandara Changi. ATC Singapura menyatakan, fase darurat terhadap pesawat tersebut. Kejadian ini langsung diinformasikan oleh ATC Singapura ke Command Centre Kantor Pusat Basarnas, yang selanjutnya diteruskan ke kantor SAR Tanjung Pinang.

Usai menerima informasi tersebut, Kantor SAR Tanjung Pinang segera menyiapkan personil dan peralatan untuk melakukan operasi pencarian dan pertolongan korban.

Adapun peralatan utama dari Indonesia yang digunakan yakni Helikopter SAR Douphin, CN295 TNI AU,  KN SAR Purworejo, Rescue Boat Kantor SAR Tanjung Pinang, dan Rigid Inflatable Boat (RIB). Sementara pihak Singapura mengerahkan satu unit RSAF CH47SD (Chinook) dan satu unit RSAF Fokker50/C130.

Sebelumnya juga telah disebar sebanyak 20 bouy yang mempresentasikan 20 POB yang akan ditempatkan di titik koordinat di mana pesawat diasumsikan hilang kontak.

Unsur yang terlibat terdiri dari Kantor SAR Tanjung Pinang, Kantor SAR Pontianak, Kantor SAR Pangkal Pinang, TNI AU, KNKT, serta Potensi SAR di Provinsi Kepulauan Riau.‎

DSC_0348.JPG

DSC_0364.JPG

Harapan Kerja sama ini agar semakin bersemangat yang bertambah kuat, membuat tali persaudaraan makin erat dalam usaha melaksanakan operasi dan mendapatkan hasil yang sukses.

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s